HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. HIV adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) suatu penyakit menurunnya kekebalan tubuh. HIV menyerang menyerang sel darah putih (limfosit) pada tubuh sehingga daya tahan tubuh orang yang terinfeksi akan menurun sehingga tubuh menjadi lemah dan mudah sekali terserang penyakit sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.

Virus HIV hanya dapat menular melalui cara yang spesifik yaitu kontak cairan, sehingga kita tidak perlu takut untuk melakukan interaksi sosial dengan mereka yang terinfeksi HIV. HIV dapat ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman melalui cairan mani atau ciran vagina yang mengandung virus tersebut. Ibu hamil bisa menularkan HIV kepada bayi yang dikandungnya. Air susu dari ibu yang terinfeksi virus HIV juga dapat menularkan HIV kepada bayi yang disusuinya. Cara lain yang menjadi media penularan adalah melalui transfusi darah serta penggunaan jarum suntik secara bergantian.

Makalah HIV

Dengan mengetahui cara penularannya, sangat mudah bagi kita untuk menghidari infeksi HIV. Pencegahan HIV dapat dilakukan dengan berhubungan seks secara aman tanpa berganti-ganti pasangan seks. Selain itu periksakan kesehatan anda dan pasangan dari kemungkinan infeksi HIV. Jauhi penggunaan narkoba. Pengguna narkoba beresiko tinggi terkena HIV akibat penggunaan jarum suntik secara bergantian

Identifikasi apakah seorang individu terinfeksi HIV hanya bisa dilakukan dengan serangkaian tes. Sebab kerapkali orang yang sudah disusupi HIV tidak menunjukan gejala apapun, hal ini disebabkan karena masa inkubasi virus yang cukup lama.  Tes HIV disebut VCT yaitu Voluntary Counseling and Testing. Sesuai namanya, layanan in tak hanya memberikan tes yang dibutuhkan untuk identifikasi HIV tapi juga memberikann konseling. Tes yang dilakukan berupa tes darah yang dilakukan secara sukarela dan rahasia.  Selain tes darah, tes cepat juga bisa dilakukan dengan tes selapu lendir mulut.

Meskipun dikenal sebagai penyakit mematikan, mereka yang terinfeksi HIV bisa menjalani terapi untuk memperpanjang umur. Timbulnya penyakit AIDS pada pengidap HIV bisa dicegah melalui terapi pengobatan antiretroviral (ARV). Pengobatan ini mampu menekan laju perkembangan virus HIV dalam tubuh sehingga mencegah penurunan sistem kekebalan tubuh. Namu perlu diingat bahwa pengobatan ini bukan menghilangkan atau membunuh virus HIV. Pengobatan ini hanya menekan perkembangan virus sehingga tubuh penderita tidak mudah diserang oleh virus penyakit lainnya.

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel Makalah HIV ini. Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-teman ya ... Semoga bermanfaat.

plusone  twitter  facebook Share
Ditulis dalam Kategori Ensiklopedi.