Makalah merupakan salah satu karya tulis formal yang bersifat ilmiah, menerangkan suatu permasalahan yang kemudian dipresentasikan. Makalah sendiri memiliki arti yang beragam, bergantung kepada tujuan ditulisnya makalah serta permasalahan yang diangkat ke dalam makalah tersebut. Makalah sudah akrab dengan kita, mengingat setiap tugas sekolah kerap berhubungan dengan penyusunan makalah. Makalah sendiri biasanya mencakup ruang lingkup pengetahuan, berhubungan dengan studi yang diambil.

Makalah dalam ruang lingkup pengetahuan memiliki beberapa karakteristik, diantaranya:

  • Merupakan laporan terhadap suatu kegiatan studi yang telah dilakukan
  • Mengemukakan permasalahan yang diambil dalam makalah ke dalam forum diskusi
  • Menyebutkan literatur yang menjadi sumber isi makalah yang telah disusun.

Contoh Ruang Lingkup Makalah

Karakteristik ini menunjukkan makalah yang disusun tidak hanya sekedar berisi deretan paragraf melainkan harus memiliki dasar penyusunan. Kemudian harus mampu dikemukakan dengan menjelaskan pengetahuan penulis, sehingga memerlukan berbagai referensi yang baik dan benar. Hal ini bertujuan makalah juga mengandung ilmu pengetahuan yang isinya dapat dipertanggungjawabkan dan bisa dijadikan referensi bagi orang lain yang mengangkat permasalahan yang serupa.

Makalah sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni makalah biasa dan makalah posisi. Makalah biasa merupakan makalah yang menjelaskan pemahaman penulis terhadap masalah yang diangkat ke dalam makalah yang disusun. Sedangkan makalah posisi merupakan makalah yang akan menjelaskan posisi teoritik dari permasalahan yang diangkat makalah tersebut. Kedua jenis makalah ini memiliki perbedaan yang mendasar, sebab makalah biasa cenderung bertumpu pada pemahaman penulis secara mutlak. Sehingga penjelasan yang diberikan sesuai dengan pengetahuan penulis terhadap masalah yang dikaji.

Sementara makalah posisi bertumpu pada referensi yang digunakan, sehingga setiap penjelasan harus berdasarkan literatur yang diambil ke dalam isi makalah. Melihat sumber literatur tentunya dituntut agar penulis lebih jeli dan mampu menangkap setiap perbedaan pendapat para ahli yang berbeda-beda terhadap permasalahan yang diangkat dalam makalah. Sehingga kecerdasan penulis benar-benar diuji, dan harus mampu pula menjelaskan secara lisan dengan tegas dan jelas sehingga tidak ada kerancuan bagi pendengar dan pembacanya.