Masalah Keputihan

Ketika kita berbicara tentang kesehatan wanita, tentu saja tidak akan ketinggalan yang namanya keputihan. Keputihan sering dialami oleh wanita dan sebagian besar bahkan hampir semua wanita pernah mengalami keputihan. Keputihan pada wanita tidak hanya terjadi pada wanita remaja atau dewasa. Pada seorang bayi perempuan, terkadang hingga 7 hari atau hingga 10 hari sejak kelahirannya, akan ada lender berwarna putih di bagian alat kelaminnya. Hal tersebut merupakan keputihan yang dihasilkan oleh hormon yang terdapat pada plasenta yang tersalurkan kepada janin pada saat belum lahir.

Keputihan pada wanita memang wajar saja terjadi, biasanya muncul saat masa subur, menjelang dan akhir masa menstruasi, terkadang juga saat aktivitas fisik meningkat atau karena kelelahan juga bisa menyebabkan keputihan. Keputihan yang muncul pada masa-masa tersebut sangatlah wajar. Biasanya warnanya bening, agak encer, tidak berbau, keluar hanya sedikit dan tidak menimbulkan rasa gatal. Jika anda mengalami keputihan semacam ini, anda tidak perlu cemas atau khawatir. Anda tidak perlu obat-obatan untuk menanganinya. Karena keputihan tersebut terjadi secara alami yang bukan akibat adanya gangguan pada alat genital anda.

Keputihan yang perlu anda waspadai adalah ketika anda melihat keputihan anda terlalu banyak, berwarna kekuningan, kehijauan, keabu-abuan atau bahkan berwarna kecoklatan, berbau, dan menimbulkan rasa gatal. Hal ini merupakan salah satu petunjuk bahwa telah ada bakteri atau virus yang tengah beraktivitas pada lender yang dihasilkan oleh serviks atau leher rahim. Jika anda mengalami hal tersebut, sebaiknya segera mencari tahu solusi yang tepat untuk mengatasinya. Keputihan seperti ini jika tidak segera ditangani lama-kelamaan akan menimbulkan gangguan-gangguan pada organ reproduksi dan bisa menyebar ke saluran kencing dan sekitarnya.

Penyebab terjadinya keputihan yang sering terjadi pada wanita, secara fisiologis atau normalnya fungsi tubuh adalah disebabkan oleh karena adanya hormone wanita yang terus diproduksi di dalam tubuh untuk menjaga fungsi organ reproduksi wanita. Dengan demikian, serviks atau leher rahim akan memproduksi lender yang berfungsi untuk menjaga saluran rahim agar bisa terlindungi dari kuman atau bakteri jahat. Ketika produksi lendir tersebut berlebih atau agak mencair,biasanya terjadi pada masa subur, maka lendir tersebut akan keluar melalui vagina atau lubang alat kelamin wanita.

Penyakit yang satu ini kerap menghantui para wanita karena selain membuat tidak nyaman dengan cairannya juga kadang terasa gatal panas bahkan berbau tidak sedap. Penyebab Utama dari segala keputihan tentu saja infeksi dan peradangan pada organ vital wanita yaitu Vgina. Nah peradangan ini bisa disebabkan kuman bakteri parasit jamur virus maupun zat kimia. Dari mana datangnya mereka ini? bisa dari celana yang kotor, dari WC umum yang tidak bersih ataupun dari penularan dari suami ketika berhubungan suami-istri, sedangkan zat kimia berasal dari deterjen, pemutih pelembut pakaian dan pembalut instant.

Beberapa hal yang penting anda perhatikan dalam menjaga kebersihan organ kewanitaan anda yaitu dengan menjaga area tersebut selalu dalam keadaan kering dan bersih. Anda perlu harus lebih sering mengganti celana dalam, minimal dua kali, dan gunakan yang berbahan kain katun atau yang menyerap keringat. Jika anda merasa lembab, sebaiknya anda segera menggantinya. Kemudian, anda harus menggunakan pembalut yang cocok saat haid. Hindari penggunaan produk-produk pembersih yang berasal dari bahan kimiawi. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter ahli kandungan ketika keputihan anda sudah parah, atau berkonsultasi dengan ahli herbal jika ingin menggunakan tumbuhan herbal yang akan anda buat sendiri.