Contoh Metode Penelitian Tindakan Kelas

Contoh Metode Penelitian Tindakan Kelas. Setelah sebelumnya kita membahas tentang Makalah Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Pengertian Hasil Belajar Matematika Menurut Para Ahli sekarang kita akan melihat contoh metode penelitian tindakan kelas.

Jenis Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang alur kerja berulang-ulang yang meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi, perencanaan ulang, dan seterusnya sampai apa yang diharapkan tercapai.

Contoh Metode Penelitian Tindakan Kelas

Lokasi dan Subjek Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMP LPP UMI Makassar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII pada semeter ganjil sebanyak 40 orang.

Tindakan

Penelitian ini bersifat kajian tindakan kelas, tindakan berupa pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Dalam penelitian ini siswa diberi masalah kemudian guru menuntun siswa dalam menemukan jawaban dari masalah yang diberikan. Hal ini dilakukan agar siswa dapat mengurangi kesulitan belajar matematika yang sering dihadapinya.

Penelitian dilaksanakan selama dua siklus. Kedua siklus merupakan rangkaian kegiatan yang saling berkaitan, artinya pelaksanaan siklus II merupakan lanjutan dari siklus I.

Faktor-faktor Yang Diselidiki

Untuk mampu menjawab permasalahan di atas, beberapa faktor yang ingin diselidiki, yaitu:

  1. Faktor input: dengan melihat persentase kehadiran siswa, keberanian dalam bertanya, kesungguhan dalam memperhatikan masalah upaya memecahkan, keaktifan dalam kelompok dan keberanian mempersentasekan hasil karya atau kerja kelompok di depan kelas.
  2. Faktor proses: dengan melihat bagaimana implementasi pembelajaran berbasis masalah di kelas, yaitu dengan menyajikan masalah, menyampaikan tujuan, memotivasi siswa untuk memecahkan masalah, mengorganisasikan siswa untuk belajar, membimbing kelompok belajar dalam langkah pemecahan masalah. Membimbing kelompok belajar siswa untuk menyajikan laporan atau hasil karya dan mengevaluasi hasil pemecahan masalah.
  3. Faktor output: dengan melihat kemampuan identifikasi masalah, kemampuan menentukan  hasil akhir dari proses belajar mengajar, yang dapat dilihat dari langkah-langkah pemecahan masalah dan kemampuan menyajikan hasil pemecahan masalah dengan komunikatif setelah dilaksanakan tindakan.

Prosedur Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini sebanyak dua siklus. Siklus pertama dan siklus kedua masing-masing berlangsung selama enam kali pertemuan. Untuk mengetahui jumlah siswa yang mengalami kesulitan belajar maka diberikan tes awal yang berfungsi sebagai evaluasi awal. Sedangkan observasi awal digunakan untuk mengetahui tindakan yang tepat yang diberikan dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa. Dari evaluasi dan observasi awal maka dalam refleksi ditetapkan bahwa tindakan yang dipergunakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika adalah pembelajaran berbasis masalah.

Berpatokan pada refleksi awal tersebut maka dilaksanakan penelitian tindakan kelas dengan prosedur:

  1. Perencanaan
  2. Pelaksanaan tindakan
  3. Evaluasi
  4. Refleksi

Secara rinci prosedur penelitian tindakan kelas ini ini dijabarkan sebagai berikut:

Kegiatan  Siklus I

Perencanaan

Pada tahap ini, langkah-langkah yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut:

  1. Menelaah materi pelajaran matematika semester I kelas VII2 SMP Negeri 2 Makassar kurikulum berbasis kompetensi.
  2. Membuat rencana pengajaran untuk setiap pertemuan.
  3. Merancang dan membuat soal-soal (permasalahan) yang diberikan kepada siswa.
  4. Membuat format observasi untuk mengamati kondisi pembelajaran di kelas ketika pelaksanaan tindakan sedang berlangsung.
  5. Membuat alat penelitian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.

Pelaksanaan tindakan

Secara umum tindakan yang dilaksanakan secara operasional dijabarkan sebagai berikut:

  1. Di awal kegiatan pembelajaran guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik (perlengkapan belajar) yang dibutuhkan, memberikan masalah dan memotivasi siswa untuk terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang diberikan dengan terlebih dahulu membagi siswa ke dalam kelompok belajar yang beranggotakan 4 atau 5 orang.
  2. Guru membantu siswa mendefinisikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.
  3. Guru menugaskan siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai dengan masalah yang diberikan.
  4. Guru membantu siswa dalam merencanakan laporan hasil pemecahan masalah.
  5. Di akhir pertemuan guru membantu siswa mengevaluasi terhadap hasil pemecahan masalah dan proses yang mereka gunakan.

Observasi dan evaluasi

Selama kegiatan pembelajaran (tindakan) penulis mengadakan pengamatan. Hal-hal yang dicatat meliputi banyaknya siswa yang aktif, gejala kesulitan siswa yang dihadapi dalam mengikuti pelajaran atau pada saat mengerjakan permasalahan yang diberikan (soal). Selain itu, dikumpulkan pula tanggapan/saran siswa baik yang muncul pada saat proses pembelajaran berlangsung maupun pada akhir siklus dalam bentuk tertulis.

Mengenai pengusaaan siswa terhadap materi pelajaran yang telah disajikan pada siklus ini datanya diperoleh dari hasil tes pada siklus berupa ulangan harian.

@ Refleksi

Hasil yang diperoleh dalam tahap observasi dan evaluasi awal dikumpulkan dan dianalisis. Dengan demikian peneliti dapat melihat dan merefleksi apakah tindakan yang telah dilakukan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Kegiatan Siklus II

Kegiatan yang dilakukan pada siklus II ini adalah mengulang kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan pada siklus I.

@ Perencanaan

Pada siklus II, tahap perencanaan hanya melanjutkan pelaksanaan siklus I dengan menambah atau mengurangi bagian-bagian yang dianggap kurang baik berdasarkan hasil refleksi pada siklus I.

@ Pelaksanaan tindakan

Pada siklus II ini dilakukan langkah-langkah yang relatif sama pada siklus I dengan mengadakan beberapa perbaikan yang dipandang perlu, antara lain:

  1. Dilakukan bentuk tindakan akhir untuk memperbaiki kekurangan dari siklus sebelumnya.
  2. Pembahasan permasalahan siswa yang lebih banyak diaktifkan.
  3. Dilakukan pengamatan selama berlangsung kegiatan pembelajaran.
  4. Pada siklus ini diadakan evaluasi dengan memberikan tes soal uraian.
  5. Data hasil tes dan hasil pengamatan dianalisis.
  6. Diadakan refleksi akhir dari semua tindakan yang telah dilakukan.

@ Observasi dan evaluasi

Secara umum tahap observasi dan evaluasi yang dilaksanakan pada siklus II sama dengan tahap observasi dan evaluasi yang dilaksanakan pada siklus I dengan mengadakan beberapa perbaikan yang dipandang perlu.

@ Refleksi

Data hasil observasi dan evaluasi dalam siklus ini dikaji dan dianalisis untuk menentukan keberhasilan dan kegagalan pencapaian tujuan akhir dari penelitian tindakan ini.

Teknik Pengumpulan  Data

Sumber Data

Sumber data pada penelitian ini dari subjek penelitia yang terdiri dari siswa kelas VIISMP LPP UMI Makassar.

Jenis Data

Jenis data yang diperoleh dari sumber data berupa data kuantitatif dan data kualitatif yang terdiri dari hasil belajar dan hasil pengamatan/observasi

Cara Pengumpulan Data

Cara pengumpulan data disesuaikan dengan data yang ingin diperoleh.

  • Data tentang hasil belajar siswa diambil dengan menggunakan tes hasil belajar matematika pada setiap akhir siklus.
  • Data tentang refleksi diri dan perubahan yang terjadi di kelas diambil dari lembar observasi.

Teknik Analisis Data

Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data hasil pengamatan/observasi dan catatan harian guru dianalisis secara kualitatif, sedangkan data mengenai tes hasil belajar matematika siswa dianalisis secara kuantitatif.

Menurut Suherman (Hasnita, 2003: 18) mengemukakan bahwa skor standar yang umum digunakan adalah skala lima yaitu suatu pembagian tingkatan yang terbagi atas lima yaitu:

  1. Untuk tingkat 0% – 39% dikategorikan sangat rendah
  2. Untuk tingkat 40% – 54% dikategorikan rendah
  3. Untuk tingkat 55% – 74% dikategorikan sedang
  4. Untuk tingkat 75% – 89% dikategorikan tinggi
  5. Untuk tingkat 90% – 100% dikategorikan sangat tinggi

Indikator Keberhasilan

Yang menjadi indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah bila terjadi peningkatan skor rata-rata mutu proses dan hasil belajar siswa kelas  VII SMP LPP UMI Makassar setelah menerapkan model pembelajaran berbasis masalah.