Penyakit Meningitis pada Orang Dewasa

Beberapa waktu lalu kita dikejutkan dengan berita sakitnya Ashanty. Sakit yang diderita istri Anang Hermansyah adalah meningitis atau radang selaput otak. Beritanya di gembor-gemborkan di berbagai media hingga akhirnya kita menjadi familiar dengan istilah tersebut. Namun, tahukah Anda apa sebenarnya meningitis itu, bagaimana cara penyebarannya atau cara pencegahannya?
Dalam artikel ini akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan penyakit meningitis. Seperti apa itu meningitis, cara penyebarannya, pencegahannya, serta gejala dari meningitis tersebut.
Penyakit meningitis menyerang selaput meninges dalam otak dan disebabkan oleh virus Neiserria Meningitidis. Jika terlambat ditangani, maka penyakit ini bisa merusak jaringan otak, saraf, sumsum tulang belakang dan bisa berakhir pada kematian.
Penularan virus meningitis ini bisa dibilang cepat bila ada kontak langsung dengan penderita. Meskipun begitu, jika berada dalam satu ruangan dengan penderita, bukan berarti Anda akan segera tertular karena medium penular yang cepat adalah air liur. Yang penting tidak ada kontak langsung. Namun, untuk jaga-jaga, sebaiknya Anda memakai masker ketika berada satu ruangan dengan penderita.
Berikut ada beberapa cara untuk mencegah penularan atau penyebaran virus meningitis.
  • Cuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir. Ajaklah seluruh keluarga atau kerabat Anda untuk selalu menjaga kebersihan dengan sering-sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir. Cuci tangan setelah dan sebelum makan, setelah ke kamar mandi, ketika berada di tempat umum, bermain dengan hewan peliharaan, atau setelah bermain di luar. Dengan selalu menjaga kebersihan, maka keluarga Anda dapat terlindungi dari wabah penyakit.
  • Jangan menggunakan alat makan, sedotan serta sikat gigi secara bersama-sama. Jadi, satu alat untuk satu orang. Ajarkan juga pada anak agar selalu menjaga barang atau milik mereka. Jangan sampai mereka menggunakannya bersama-sama teman mereka.
  • Makan makanan yang benar-benar matang. Pastikan makanan yang akan Anda makan memang sudah benar-benar matang. Jika Anda makan di tempat umum atau makan makanan cepat saji, mintalah pada penjual atau pegawainya agar makanannya dimasak hingga matang. Bagi wanita hamil, sebaiknya tidak makan makanan yang setengah matang seperti sate dan keju dari susu yang tidak disterilkan.
  • Jaga system imun tubuh Anda. Virus meningitis dapat dicegah dengan sistem imun tubuh yang bagus. Makanlah sayur dan buah dalam jumlah banyak.
  • Saat batuk atau bersin, tutuplah hidung dan mulut, begitu pun ketika ada orang yang bersin atau batuk di sekitar Anda.
  • Lakukan vaksin. Vaksin yang dapat dilakukan diantaranya:

o    Vaksin Haemophilus Influenzae Type B (hib) pada bayi usia 2 tahun.
o    Vaksin Pneumococcal Conjugate (PCV7) pada anak usia 2-5 tahun serta pasien kelainan paru-paru.
o    Vaksin Pneumococcal Polysacharide (PPSV) pada anak-anak dan dewasa.
o    Vaksin Meningicoccal Conjugate (MCV4) pada remaja usia 16 tahun dan biasanya memakai suntikan.
 

Sedangkan gejala yang umum terjadi pada pasien meningitis adalah sebagai berikut.
•    Demam secara tiba-tiba.
•    Kejang dan leher kaku.
•    Mengantuk dan lemas.
•    Tidak haus atau lapar meski tidak makan-makan.
•    Pusing, mual, dan muntah.
•    Silau terhadap cahaya.
•    Ada bercak merah pada kulit.
Jika Anda melihat beberapa gejala di atas terjadi pada anggota keluarga Anda, segeralah hubungi dokter. Hal ini dimaksudkan agar bisa dilakukan pemeriksaan secara detail dan menyeluruh tentang apa yang terjadi pada pasien.
Itulah sedikit informasi mengenai penyakit meningitis. Dengan informasi ini semoga Anda dapat mencegah penularan penyakit yang disebabkan virus meningitis ini. Jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga Anda.