Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal di Sekolah

Kurikulum muatan lokal menurut surat keputusan Dirjen tahun 1987 adalah kurikulum yang diperkaya dengan materi pelajaran yang ada dilingkungan setempat. Materi pelajaran tersebut dimasuk-masukkan kedalam berbagai bidang studi. Cara yang demikian ini dikenal dengan penyesuaian kurikulum yakni memberikan contoh atau perluasan pelajaran dengan materi yang ada dilingkungan sekolah dengan maksud agar konsep-konsep yang ada didalam bidang studi yang bersangkutan menjadi lebih kuat dikuasai oleh para peserta didik.

Dengan kata lain kurikulum muatan lokal adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan yang bersifat desentralisasi sebagai upaya pemerintah untuk lebih meningkatkan relevansi terhadap kebutuhan daerah yang bersangkutan. Menurut Donal F. Cay (1960).[1] mengemukakan beberapa perumusan kurikulum yaitu :

  • Kurikulum terdiri atas sejumlah bahan pelajaran yang disusun secara logis.
  • Kurikulum terdiri atas pengalaman belajar yang direncanakan untuk membawa perubahan prilaku anak.
  • Kurikulum merupakan desain kelompok sosial untuk menjadi pengalaman belajar anak disekolah.
  • Kurikulum terdiri atas semua pengalaman anak yang mereka lakukan dan rasakan di bawa bimbingan sekolah.

Ruang Lingkup Muatal Lokal

Ruang lingkup muatan lokal adalah sebagai berikut :

# Lingkup isi muatal lokal di dasarkan pada keadaan daerah, kebutuhan lingkungan dan kebutuhan siswa yang akan belajar

  • Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah setempat dan berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan budaya.
  • Kebutuhan lingkungan adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat sekitar daerah tersebut
  • Kebutuhan siswa yang akan belajar, berkaitan dengan pengatahuan berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.

# Lingkup sekolah

Muatan lokal berlaku pada jenjang pendidikan dasar yaitu sekolah dasar dan sekolah lanjutan tingkat pertama. Ini berarti bahwa dalam penyusunan kurikulum muatal lokal SD dan SLTP untuk mata Pelajaran yang berkaitan perlu diupayakan bahwa materi pelajaran muatan lokal di SLTP merupakan kelanjutan dari materi pelajaran muatan lokal di SD.

# Lingkup Wilayah

Kurikulum muatan lokal dapat di berlakukan untuk seluruh propinsi atau seluruh Kabupaten atau seluruh Kecamatan, tetapi dimungkinkan pula berlaku satu sekolah tertentu apabila muatan lokal tersebut ditentukan olah kepala sekolah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya menyediakan guru serta fasilitas penunjangnya.[2]

Fungsi Kurikulum Muatan Lokal

Seperti disebutkan dalam kurikulum tahun 1994 tentang Kurikulum muatan lokal secara umum fungsi kurikulum muatan lokal adalah :

1.   Mengelola lingkungan alam secara bertanggung jawab, melestarikan nilai-nilai dan mengembangkan kebudayaan daerah serta meningkatkan mutu pendidikan dan jati diri manusia indonesia dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan Nasional.

2.   Menumbuhkan dan mengembangkan sikap senang bekerja, bergaul memelihara dan meningkatkan cita rasa keindahan, kebersihan, kesehatan serta ketertiban dalam upaya meningkatkan mutu kehidupan sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara indonesia.

Setelah mempelajari dan memahami fungsi dari materi kurikulum muatan lokal di sarankan dan diharapkan strategi belajar mengajar yang paling tepat digunakan oleh guru adalah strategi pembelajaran aktif dan kreatif (PAK). Ditambah dengan menggunakan berbagai macam metode mengajar seperti metode diskusi, metode tanya jawab, metode karya wisata, dan metode pemberian tugas atau metode lainnya yang sesuai dengan yang akan dicapai.[3]

Tujuan Pengajaran Muatan Lokal

Secara umum tujuan pengajaran muatan lokal adalah untuk memberikan bekal pengatahuan ketrampilan pembentukan sikap dan prilaku siswa agar mereka memiliki wawasan yang luas, dan mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sehingga nantinya siswa mampu mengembangkan serta melestarikan sumber daya alam dan kebudayaan yang mendukung pembangunan nasional dan daerah sesuai dengan karakteristiknya, disamping itu tujuan yang juga diharapkan dari pemberian pengajaran muatan lokal adalah agar pengembangan sumber daya manusia yang terdapat di daerah setempat, dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan sekaligus mencegah terjadinya depopulasi daerah di tenaga produktif (Depdikbud 1987).

Secara Khusus pengajaran muatan lokal bertujuan agar anak :

  • Lebih mengenal kondisi alam lingkungan sosial dan lingkungan budaya yang terdapat di daerah.
  • Dapat menerapkan kemampuan dan ketrampilan yang dipelajarinya untuk memecahkan masalah yang ditemukan di sekitarnya.
  • Memiliki ketrampilan khusus sehingga dapat menolong dirinya sendiri dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.
  • Dapat memanfaatkan sumber belajar daerah untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia.
  • Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai – nilai aturan yang berlaku di daerahnya serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.

[1] Dra. Asnah Said, M.Pd., Hakikat Program Muatan Lokal di SD, hal. 5

[2] Ibid.

[3] Ibid. hal. 27

 

Salam