Peranan Masyarakat terhadap Pendidikan

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pendidikan bagi kehidupan manusia merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayat, tanpa pendidikan sama sekali mustahil suatu kelompok manusia dapat hidup berkembang sejalan dengan aspirasi (cita-cita)  untuk  maju, sejahtera dan bahagia menurut konsep pandangan hidup mereka. Dalam pengertian yang sederhana dan umum, makna pendidikan sebagai usaha manusia untuk  menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.

Pendidikan sangat berperan penting dalam kehidupan manusia, tanpa pendidikan, manusia tak berdaya. Pada era globalisasi ini seseorang akan tersisih tanpa pendidikan yang tinggi, hanya orang-orang yang berpendidikan tinggi yang akan maju, dan menunjang kehidupan masyarakat. Maka dari itu kita perlu memahami akan peranan pendidikan dalam kehidupan bermasyarakat dan peranan masyarakat terhadap pendidikan

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana peranan masyarakat terhadap pendidikan?
  2. Sejauhmana kepedulian masyarakat terhadap pendidikan?
  3. Bagaimana masalah pendidikan dalam masyarakat?

Tujuan Penulisan

  1. Mahasiswa dapat mengetahui peranan masyarakat dalam pendidikan
  2. Mengetahui manfaat pendidikan dalam lingkungan masyarakat
  3. Mengetahui masalah pendidikan dalam masyarakat.

BAB II

PEMBAHASAN

Peranan Masyarakat dalam Pendidikan

Manusia adalah makhluk sosial yaitu makhluk yang memiliki dorongan untuk  hidup berkelompok secara bersama-sama. Oleh karena itu, dimensi sosial menyatu kepada kepentingan sebagai makhluk sosial, yang didasari pada pemahaman bahwa manusia hidup bermasyarakat. Pendidikan dalam konteks ini adalah usaha untuk  membimbing dan mengembangkan potensi peserta didik secara optimal agar mereka dapat berperan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Dalam hal  pengaruh sekolah terhadap masyarakat pada dasarnya tergantung pada luas tidaknya produk serta kualitas pendidikan itu sendiri. Semakin besar output sekolah tersebut dengan disertai kualitas yang mantap dalam artian mampu mencetak sumber daya manusia yang berkualitas maka tentu saja pengaruhnya sangat positif bagi masyarakat, sebaliknya meskipun lembaga pendidikan mampu mengeluarkan outputnya tapi dengan SDM yang rendah secara kualitas, itu juga jadi masalah tidak saja bagi output yang bersangkutan tapi berpengaruh juga bagi masyarakat.

Pendidikan dan masyarakat saling keterkaitan, untuk  mengembangkan pendidikan diperlukan partisipasi dari masyarakat, untuk  selalu peduli akan berpengaruh pendidikan terhadap kehidupan masyarakat. Masyarakat dalam konteks ini berperan sebagai subjek atau pelaku pendidikan, tanpa adanya kesadaran masyarakat akan pendidikan, maka negara tidak akan berkembang, kita akan  tergantung pada orang atau negara lain yang jauh lebih berkembang dari kita, maka dari itu peranan masyarakat terhadap pendidikan sangat berpengaruh untuk  perkembangan wilayah atau negaranya sendiri, melalui pendidikan masyarakat dapat memperoleh ilmu yang dapat ia manfaatkan di dalam kehidupan untuk  kesejahteraan bersama.[1]

Pembinaan dan Tanggungjawab Pendidikan oleh Masyarakat

Bila dilihat dari konsep pendidikan, masyarakat adalah sekumpulan banyak orang yang dengan berbagai ragam kualitas  diri mulai dari yang tidak berpendidikan sampai kepada yang berpendidikan tinggi. Baiknya kualitas suatu masyarakat ditentukan oleh kualitas pendidikan para anggotanya, makin baik pendidikan anggotanya, makin baik pula kualitas masyarakat secara keseluruhan. Masyarakat merupakan lembaga pendidikan yang ketiga setelah pendidikan dilingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan sebenarnya masih belum jelas, tidak  jelas tanggung jawab pendidikan di lingkungan keluarga dan sekolah. Hal ini disebabkan faktor waktu, hubungan, sifat dan isi pergaulan yang  terjadi di masyarakat. Meski demikian masyarakat mempunyai peran yang besar dalam pelaksanaan pendidikan nasional. Peran masyarakat antara lain menciptakan suasana yang dapat menunjang pelaksanaan pendidikan. Nasional, ikut melaksanakan pendidikan non pemerintah (sosial).

Walaupun tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan belum jelas, akan tetapi masyarakat harus berperan aktif dalam pendidikan, karena masyarakat merupakan lembaga pendidikan yang ketiga setelah lingkungan keluarga dan sekolah. Olehnya itu untuk  memperoleh kualitas yang baik terhadap pendidikan, maka kualitas masyarakat pun harus baik, agar saling menunjang antara satu dan lainnya, jika kualitas pendidikannya baik maka akan menghasilkan keluarga keluaran atau hasil didik yang baik pula secara keseluruhan.[2]

Masalah-masalah Pendidikan di Masyarakat

Pada dasarnya pendidikan adalah usaha orang tua atau generasi tua untuk  mempersiapkan anak atau generasi mudanya agar nantinya dapat hidup secara mandiri dan mampu melaksanakan tugas-tugas hidupnya secara baik. setiap kelompok masyarakat, atau suku bangsa, mempunyai cara-caranya tersendiri yang berbeda satu dengan  lainnya. Bahkan pada umumnya orang berpendapat bahwa kemajuan dan perkembangan suatu masyarakat, bangsa dipengaruhi atau tergantung  pada sistem pendidikan, dan sistem pendidikan itu terbentuk sesuai dengan pandangan  hidup bangsa yang bersangkutan. Suatu masyarakat atau bangsa dengan pandangan hidup yang terbuka, akan dengan mudah menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan zaman.

Tujuan pendidikan berkaitan erat dengan tujuan hidup manusia, dan tujuan hidup ini pun berbeda-beda antara bangsa yang satu dengan yang lainnya dalam menanggapinya. Permasalahan dari pendidikan tersebut adalah apakah pendidikan itu mendidik dan mengembangkan individu, atau untuk  mengembangkan bangsa, masyarakat atau negara? Dalam sistem pendidikan yang demokrasi, dimana orientasi pendidikan  adalah untuk  mendidik dan mengembangkan individu, maka negara berkewajiban untuk  memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk  mendapatkan pendidikan dan pengembangan sengenap potensinya.

Suatu kenyataan yang tak dapat dipungkiri, bahkan pada masa sekarang ini, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, masih terbatas pada bangsa-bangsa tertentu, yaitu dikalangan bangsa-bangsa yang sudah maju, maka dengan pendidikannya boleh dikatakan mereka memegang kendali terhadap kehidupan bangsa lainnya. Dengan demikian, eksploitasi bahkan penjajahan dari bangsa-bangsa maju terhadap bangsa yang lemah dan belum berkembang tidak mampu dihindari, mereka yang berpendidikan minim akan selalu bergantung pada mereka yang jauh lebih maju dan berpendidikan.[3]

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

  1. Peranan masyarakat sangat berpengaruh terhadap pendidikan, sebagai penunjang perkembangan bangsa dan negara. Masyarakat sebagai subjek yang melaksanakan pendidikan, jika masyarakat peduli akan pendidikan, maka negara dimana ia berpijak akan berkembang, akan tetapi jikam tidak peduli akan pendidikan, maka negara dan bangsanya akan melemah dan tak berkembang.
  2. Pendidikan dalam lingkungan masyarakat sangat berperan penting bahkan sangat penting bagi kehidupan bermasyarakt dengan pendidikan yang tinggi seseorang dapat memegang kendali bangsa dan negaranya, jika kualitas pendidikan suatu masyarakat baik, maka akan menghasilkan keluaran atau kader yang baik pula, tanpa pendidikan seseorang tak dapat berkembang  dalam masyarakat.
  3. Masalah pendidikan di dalam masyarakat cukup menghambat perkembangan masyarakat, kebanyakan hanya negara yang telah maju dan berkembang yang banyak menghasilkan kader yang berpendidikan tinggi, semua ini disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari kemauaan untuk  memperoleh pendidikan (usaha), materi, kesehatan, serta dukungan moral dari lingkungan masyarakat.

Implikasi

  1. Pendidikan sangat menunjang terciptanya kehidupan masyarakat yang berpendidikan dan mampu mengembangkan negaranya, maka dari itu pendidikan harus terus kita peroleh dan kembangkan.
  2. Dengan adanya pendidikan seseorang dapat mengetahui dan menguasai dunia, olehnyta itu kita harus tanamkan dan aplikasikan peranan pendidikan dalam masyarakat
  3. Masyarakat sangat berperan penting dalam pendidikan, maka dari itu perlu ada kesadaran dalam diri masyarakat tentang perananya dalam pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Hadirah Ira, Dasar-dasar Kependidikan, Makassar: UIN Alauddin. 2008

Ihsan, Fuad. Ilmu Pendidikan, Cet. III; Semarang: Rineka Cipta, 2003

Tadjab, Perbandingan Pendidikan, Surabaya: Abditama. 1994.


[1]Hadirah Ira, Dasar-dasar Kependidikan (Cet. I. Makassar: UIN Alauddin, 2008), h. 15.

[2]Tadjab, Perbandingan Pendidikan, (Surabaya: Abditama, 1994), h. 136.

[3]Fuad Ihsan, Dasar-Dasar Pendidikan (Jakarta; Rineka Cipta, 2003), h. 84.