Peranan Pendidikan dalam Pembangunan

Sebelumnya saya pernah menulis tentang Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan dan Langkah strategis Peningkatan Mutu Pendidikan. Kini kita akan melihat peranan pendidikan dalam pembangunan. Sistem pendidikan nasional yang semesta, menyeluruh dan terpadu dalam rangka membangun manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indoniesia seluruhnya serta merupakan wahana kelangsungan hidup bangsa dan Negara, pada hakikatnya menjadi tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia dan dilaksanakan oleh keluarga.

Dalam rencana pembangunan lima tahunan juga ditegaskan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah serta diusahakan agar dapat dimiliki oleh seluruh rakyat sesuai dengan kemampuan masing-masing individu.

Dalam makalah ini akan dibahas tentang peranan orang tua dan masyarakat dalam mengembangkan pendidikan pada anak. Hal ini mencakup tentang sikap, nilai hidup, pengembangan bakat dan minat serta peranan nilai-nilai kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan dari pendidikan ini diharapkan adanya kerjasama antara anak didik, keluarga dan masyarakat dalam membangun pendidikan agar tercapai suatu pendidikan yang baik.

PERANAN PENDIDIKAN DALAM PEMBANGUNAN

A. PERANAN PENDIDIKAN DALAM PEMBANGUNAN KEPRIBADIAN DALAM KELUARGA

Dilihat dari segi pendidikan. Keluarga merupakan suatu kesatuan hidup (sistem sosial) dan keluarga menyediakan situasi belajar. Sebagai satu kesatuan hidup bersama (system sosial) keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ikatan kekeluargaan membentuk anak mengembangkan sifat persahabatan, cinta kasih, hubungan antar pribadi, kerja sama, disiplin, tingkah laku yang baik, serta pengakuan akan kewibawaan.

Sementara itu, yang berkenaan dengan keluarga menyediakan situasi belajar, dapat dilihat bahwa bayi dan anak-anak sangat bergantung kepada orang tua. Bayi dan anak belajar menerima dan meniru apa yang diajarkan oleh orang tua.

Sumbangan keluarga bagi pendidikan anak adalah sebagai berikut :

  1. Cara orang tua melatih anak untuk menguasai cara-cara mengurus diri, seperti cara makan, buang air, berbicara, berjalan, berdoa, sungguh-sungguh membekas dalam diri anak karena berkaitan erat dengan perkembangan diri sebagai pribadi.
  2. Sikap orang tua sangat mempengaruhi perkembangan naak. Sikap menerima atau menolak, sikap kasih saying atau acuh tak acuh, sikap sabar atau tergesa-gesa, sikap melindungi atau membiarkan secara langsung mempengaruhi emosional anak.

Sangat wajar dan logis jika tanggung jawab pendidikan terletak ditangan kedua orang tua dan tidak bias dipikulkan kepada orang lain karena ia adalah darah dagingnya, kecuali berbagai keterbatasan kedua orang tua ini.

Keluarga adalah merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat, karena dalam keluargalah manusia dilahirkan. Berkembang menjadi dewasa. Bentuk dan isi serta cara-cara pendidikan di dalam keluarga akan selalu mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya watak, budi pekerti dan kepribadian tiap-tiap manusia. Pendidikan yang diterima dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah.

Dalam rangka pelaksanaann pendidikan nasional, peranan keluarga sebagai lembaga pendidikan semakin tampak dan penting. Peranan keluarga terutama dalam penanaman sikap dan nilai hidup, pengembangan bakat dan minat serta pembinaan bakat dan kepribadian. Selain itu penanaman nilai kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, penanaman nilai-nilai pancasila, nilai-nilai keagamaan semuanya dimulai dalam keluarga.

Tanggung jawab pendidikan yang perlu disadarkan dan di bina oleh kedua orang tua terhadap anak antara lain :

  1. Memelihara dan membesarkannya, tanggung jawab ini merupakan dengan alami untuk dilaksanakan.
  2. Melindungi dan menjamin kesehatannya, baik secara jasmaniah maupun rohaniah dari berbagai gangguan penyakit atau bahaya lingkungan yang dapat membahayakan dirinya.
  3. Mendidiknya dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupannya kelak sehingga bila ia telah dewasa maupun terdiri sendiri dan membantu orang lain.
  4. Membahagiakan anak untuk dunia dan akhirat dengan memberinya pendidikan agama sesuari dengan  ketentuan Allah SWT. Sebagai tujuan akhir hidup manusia.

Adapun dalam Al-Qur’an yang menjelaskan secara tugas tentang kewajiban orang tua dalam mendidik anak terdapat dalam surat At-Tahrim ayat 6 sebagai berikut :

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, periksalah diri dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim : 6)

Perkataan Qur’an adalah suatu kewajiban yang harus ditunaikan oleh pada orang tua terhadap anaknya. Kedua orang tua adalah pendidik yang pertama karena sebelum orang lain yang mendidik anak ini, kedua orang tualah yang mendidik terlebih dahulu. Kesadaran akan tanggung jawab mendidik dan membina anak secara terus menerus perlu dikembangkan kepada setiap orang tua, mereka juga perlu dibekali teori-teori pendidikan modern sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian tingkat kualitas materi pendidikan yang diberikan dapat digunakan anak menghadapi lingkungan yang selalu berubah. Bila hal ini dapat dilakukan oleh setiap orang tua, maka generasi mendatang telah mempunyai kekuatan mental menghadapi perubahan dalam masyarakat. Untuk berbuat demikian, tentu saja orang tua perlu meningkatkan ilmu dan keterampilannya sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga.

B. PERANAN PENDIDIKAN DALAM PEMBANGUNAN DI MASYARAKAT

Lembaga pendidikan yang diselengarakan oleh masyarakat adalah salah satu unsure pelaksana asas pendidikan seumur hidup. Pendidikan yang diberikan di lingkungan keluarga dan sekolah sangat terbatas, di masyarakatlah orang akan meneruskannya hingga akhir hidupnya. Segala pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di lingkungan pendidikan keluarga dan dilingkungan sekolah akan dapat berkembang dan dirasakan manfaatnya dalam masyarakat.

Oleh karena itu, sebagai salah satu lingkungan terjadinya kegiatan pendidikan, masyarakat mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap berlangsungnya segala aktivitas yang menyangkut masalah pendidikan. Untuk itu bahan apa yang akan diberikan kepada anak didik sebagai generasi tadi harus disesuaikan dengan keadaan dan tuntunan masyarakat dimana kegiatan pendidikan berlangsung.

Berikut adalah beberapa peras serta dalam masyarakat pendidikan :

  1. Masyarakat breperan serta dalam mendirikan dan membiayai sekolah
  2. Masyarakat berperan dalam menguasai pendidikan agar sekolah tetap membantu dan mendukung cita-cita dan kebutuhan masyarkat.
  3. Masyarakatlah yang ikut menyediakan tempat pendidikan seperti gedung-gedung museum, perpustakaan, panggung-panggung kesenian, kebun binatang, dan sebagainya.
  4. Masyarakatlah yang menyediakan berbagai sumber untuk sekolah. Mereka dapat diundang ke sekolah untuk memberikan keterangan-keterangan mengenai suatu masalah yang sedang dipelajari anak didik.
  5. Masyarakatlah sumber pelajaran atau laboratorium tempat belajar. Di samping buku-buku pelajaran, masyarakat memberi bahan pelajaran yang banyak sekali, antara lain seperti aspek alami industry, perumahan, transportasi, perkebunan, pertambangan, dan sebagainya.

Dengan demikian, jelas sekali bahwa peran masyarakat sangatlah besar terhadap pendidikan sekolah. Untuk itu, sekolah perlu memanfaatkannya sebaik-sebaiknya, paling tidak bahwa pendidikan harus dapat mempergunakan sumber-sumber pengetahuan yang dimasyarakat dengan alas an sebagai berikut :

  1. Dengan melihat apa yang terjadi di masyarakat, anak didik akan mendapatkan pengalaman langsung (first hand experience) sehingga mereka dapat memiliki pengalaman yang konkrit dan mudah di ingat.
  2. Pendidikan membina anak-anak yang berasal dari masyarakat, dan akan kembali ke masyarakat.
  3. Di masyarakat banyak sumber pengetahuan yang mungkin guru sendiri belum mengetahuinya.
  4. Kenyataan menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan orang-orang yang terdidik dan anak didik pun membutuhkan masyarakat.

Lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat adalah salah satu unsure pelaksana asas pendidikan seumur hidup. Pendidikan yang diberikan di lingkungan keluarga dan sekolah sangat terbatas. Masyarakatlah orang akan meneruskannya hingga akhir hidupnya. Segala pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di lingkungan pendidikan keluarga dan di lingkungan pendidikan keluarga dan di lingkungan sekolah akan berkembang dan dirasakan manfaatnya dalam masyarakat.

Peranan masyarakat dapat dilakukan melalui beberapa jalur di antaranya :

  • Perguruan swasta. Perguruan swasta mempunyai tanggung jawab dan peranan yang penting dalam usaha ikut serta melaksanakan pendidikan nasional. Karena itu pertumbuhan dan kemampuannya perlu dikembangkan berdasarkan pola pendidikan nasional yang mantap dengan tetap mengindahkan ciri khas perguruan yang bersangkutan.
  • Peranan dunia usaha
  1. Melaksanakan sistem magang
  2. Membentuk konsorsium pengadaan dana yang dapat dimanfaatkan untuk usaha-usaha pendidikan.
  3. Menyediakan fasilitas untuk kepentingan pendidikan dan latihan
  4. Mengadakan latihan prajabatan dan penataran
  5. Mengadakan program pendidikan kemasyarakatan seperti wajib program pendidikan minimum untuk karyawannya, dan
  6. Mengadakan kerja sama dengan sekolah-sekolah kejuruan dan lembaga pendidikan lainnya.
  • Peranan Kelompok Profesi

Peranan kelompok profesi dalam sistem pendidikan nasional antara lain :

  1. Merencanakan dan penyelenggaraan latihan keterampilan dan keahlian
  2. Menjamin dan menguji kualitas keterampilan dan keahlian tersebut
  3. Menyediakan tenaga-tenaga pendidikan untuk berbagai jenis pendidikan, terutama pendidikan kemasyarakatan dan pendidikan khusus
  • Peranan Lembaga Swasta Lainnya

Kecuali peranan perguruan swasta, dunia usaha dan kelompok profesi, di dalam masyarakat berkembang pula lembaga-lembaga swasta nasional yang mengelola dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosial, kebudayaan, keagamaan, penelitian, keterampilan, dan keahlian.

Peranan lembaga swasta nasional itu terutama diharapkan dalam rangka pelaksanaan pendidikan kemasyarakat melalui kegiatan-kegiatan pendidikan yang mempunyai efek sosial.

P E N U T U P

A. KESIMPULAN

Adapun kesimpulan makalah ini adalah peranan pendidikan dalam pembangunan sangat mempengaruhi potensi anak didik baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Tujuan dari pendidikan ini adalah agar kita bisa mengetahui betapa pentingnya peranan pembangunan dalam mengembangkan pendidikan bagi setiap individu tap yang mendasar adalah peranan orang tua (keluarga) dan masyarakat. Peranan Pendidikan dalam Pembangunan

B. SARAN

Adapun saran dalam pembuatan makalah yang kami susun ini adalah :

  1. Dalam melaksanakan pendidikan harus dengan sungguh-sungguh karena tanpa ilmu kita tidak akan bias berkembang dan bangsa akan menjadi terpuruk.
  2. Keluarga adalah salah satu ujung tombak dalam pendidikan anak, maka patuhilah semua apa yang dikatakan oleh orang tua juga masyarakat.
  3. Pendidikan jangan dianggap sesuatu hal yang sepeleh tapi jadikanlah pendidikan itu sebagai kewajiban kita sebagai anak bangsa yang harus kita laksankan.

DAFTAR PUSTAKA

Hasbullah, Dasar – Dasar Ilmu Pendidikan, Rajawali Pers, Jakarta , 2005.

Ihsan Faud, Drs. H, Dasar – Dasar Kependidikan Komponen MKOK, Rineka Cipta, Jakarta : 2003.

Uhbiyati Nur, Dra. Hj, Ilmu Pendidikan Islam (IPI), Pustaka Setia, Bandung, 1997.

Zahara Idris, Prof. H. MA, Dasar – Dasar Kependidikan I, Angkasa Raya, Padang : 1987.

Baca koleksi prediksi bocoran UN 2012 yang akan membantu siswa lulus dengan nilai memuaskan pada Hasil UN 2012 ini. Sukses selalu …