Mengembangkan Kemampuan Kognitif, Afektif & Psikomotorik Siswa

Sebagai manusia pasti mengalami beberapa proses belajar dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa hingga masa tua. Dalam melalui proses belajar, tentu kita mengalami proses  belajar yang sedemikian rupa. Oleh karena itu, perkembangan belajar seseorang anak harus dipahami betul oleh seorang ibu atau pendidik agar dalam proses belajarnya tidak mengalami keterpurukan akan tetapi melangkah dengan arah yang baik dalam proses belajarnya

Defenisi Belajar Menurut Para Ahli

Belajar adalah kegiatam yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap garis dan jenjang pendidikan. Artinya berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan tergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa baik ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri

Jadi pemahaman yang benar mengenai arti belajar dengan segala aspek, bentuk dan manifestasinya mutlak diperlukan oleh para pendidik. Sebagian orang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata mengumpulkan atau menghafalkan kata-kata yang ada atau sebagai latihan

Ada beberapa definisi belajar menurut para ahli :

1. Skimer (dikutip oleh Barlow)

Belajar adalah suatu proses adaptasi (penyesuaian tingkah laku) yang berlangsung secara progresif. Proses adaptasi tersebut akan mendatangkan hasil yang optimal apabila ia diberi penguat

2. Chaplin

Membatasi belajar dengan dua macam rumusan. Rumusan pertama yaitu belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. Rumusan kedua yaitu belajar adalah proses memperoleh respons sebagai akibat adanya latihan khusus.

3. Hizzman

Belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme manusia, atau hewan. Disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkahlaku organisme tersebut. Jadi perubahan yang ditimbulkan oleh pengalaman tersebut baru dapat dikatakan belajar apabila mempengaruhi organisme

4. Witting

Belajar adalah perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam segala macam tingkah laku organisme sebagai hasil pengalaman.

5. Reber

Belajar adalah proses memperoleh pengetahuan atau suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relatif langsung sebagai asil latihan yang diperkuat. Dalam defenisi ini terdapat 4 (empat) macam istilah untuk memahami proses belajar yaitu:

a. Relatively permanent (yang secara umum meretap)

Ialah bahwa perubahan yang bersifat sementara seperti perubahan karena mabuk, lelah dan perubahan karena kematangan fisik tidak termasuk belajar

b. Response pocentiaty (kemampuan bereaksi)

Menunjukkan pengakuan terhadap adanya perbedaan antara belajar dan penampilan atau kinerja hasil belajar

c. Reinforced (yang diperkuat)

Bahwa kemampuan yang didapat dari proses belajar mungkin akan musnah atau lemah apabila tidak diberi pergulatan

d. Practic (Praktek atau latihan)

Bahwa proses belajar itu membutuhkan latihan yang banyak untuk menjamin kelestarian kinerja akademik yang telah dicapai siswa

Bertolak dari berbagai defenisi diatas, secara umum belajar dapat dipahamu sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses koqnitif

Mengembangkan Kecakapan Koqnitif, Afektif, dan Psykomotorik

a. Kecakapan Koqnitif

Upaya pengembangan fungsi koqnitif akan berdampak positif bukan hanya terhadap koqnitif sendiri, melainkan terhadap afektif dan psikomotor. Ada dua macam kecakapan koqnitif siswa yang perlu dikembangkan secara  khusu oleh guru yaitu:

  • Strategi belajar memahami isi materi pelajaran
  • Strategi menyakini arti penting isi materi pelajaran dan aplikasinya serta menyerap pesan-pesan moral yang terkandung didalam materi tersebut.

Strategi adalah prosedur mental yang berbentuk tatanan tahapan yang memerlukan upaya yang bersifat koqnitif dan selalu dipengaruhi oleh pilihan koqnitif atau kebiasaan belajar. Pilihan tersebut yaitu menghafal prinsip yang ada dalam materi dana mengaplikasikan prinsip-prinsip tersebut.

Ada dua prefensi koqnitif

  • Dorongan dari luar (motif ekstrinsik) yang mengakibatkan siswa menggarap belajar hanya sebagai alat pencegah ketidakstabilan atau ketidaknaikkan. Aspirasi yang dimilikinya bukan ingin menguasai materi secara mendalam tetapi hanya sekedar lulus  atau naik kelas semata
  • Dorongan dari dalam (motif Intrinsik), dalam arti siswa tertarik dan membutuhkan materi-materi yang disajikan gurunya.

Guru dituntut untuk mengembangkan dengan kecakapan koqnitif siswa dalam memecahkan masalah dengan pengetahuan yang dimilikinya dan keyakinan terhadap pesan moral yang terkandung dan menyatu dalam pengetahuan.

b. Kecakapan Afektif

Kebersihan pengembangan koqnitif tidak hanya membuahkan kecakapan koqnitif akan tetapi membuahkan kecakapan afektif. Pemahaman yang mendalam terhadap arti penting materi serta preferensi. Koqnitif mementingkan aplikasi prinsip atau meningkatkan kecakapan afektif para siswa. Peningkatan-peningkatan afektif ini antara lain, berupa kesadaran beragama yang mantap

c. Kecakapan psikomotor

Keberhasilan pengembangan koqnitif berdampak positif pada perkembangan psikomotor. Kecakapan psikomotor adalah segala amal jasmaniah yang konkrit dan mudah diamati baik kuantitasnya maupun kualitasnya. Kecakapan psikomotor merupakan manifestasi wawasan pengetahuan dan kesadaran serta sikap mentalnya

Kesimpulan

Belajar merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap garis dalam jenjang pendidikan. Berhasil atau tidaknya tujuan pendidikan tergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa baik berada di sekolah, lingkungan maupun keluarga sendiri

Oleh karena itu, belajar sangat diperlukan oleh setiap siswa atau manusia untuk mencapai hasil yang baik dan bermanfaat bagi kehidupannya yang akan datang