Emosi dan Afeksi

Pengertian Emosi dan Afeksi

Emosi adalah keadaan atau perasaan yang bergejolak pada diri individu yang disasari dan diungkapkan melalui wajah atau tindakan.

Menurut Erna Wulan Syaodih (2005: 46);

Emosi adalah suatu keadaan yang bergejolak pada diri individu yang berfungsi sebagai inner adjustment (penyesuaian dari dalam) terhadap lingkungan untuk  mencapai kesejahteraan dan keselamatan individu.

Pada dasarnya prinsip emosi meliputi takut, gelisah, marah, sedih, senang/gembira, manfaat emosi dalam kehidupan yaitu emosi memperkaya kehidupan, emosi sebagai dasar kebutuhan seni, emosi memberi tenaga tambahan, emosi memacu untuk  berbuat baik, emos merupakan obat, emosi merupakan alat informasi.

Afeksi adalah menyangkut tentang perasaan terhadap seluruh objek pada suatu sikap, emosi dan perilaku. Afeksi terbagi atas 2 yaitu:

  1. Afeksi positif adalah sikap yang menunjukkan atau memperlihatkan, menerima, mengakui, menyetujui, serta melaksanakan norma yang berlaku dimana individu  itu berada.
  2. Afeksi negatif adalah sikap yang menunjukkan atau memperlihatkan, penolakan atau tidak menyetujui suatu objek dimana individu itu berada.

Karakteristik Perkembangan emosi

Meningginya emosi terutama karena anak (laki-laki ataupun perempuan) berada di bawah tekanan sosial dan mereka menghadapi kondisi baru, sedangkan selama masa kanak-kanak ia kurang mempersiapkan diri untuk  menghadapi keadaan-keadaan itu.

Jenis emosi yang secara normal di alami adalah cinta/kasih sayang, gembira, amarah, takut dan cemas cemburu, sedih dan lain-lain.

Hal ini dapat terlihat jelas bahwa banyaknya karakteristik pada perkembangan emosi, tetapi karakter-karakter itu dapat terlihat sangat jelas dan nampak ketika anak mempunyai suatu masalah/konflik emosi akan muncul dari tatapan wajahnya.

Hubungan dan pengaruh antara emosi dan tingkah laku

Hubungan antara emosi dan tingkah laku itu sangat dekat. Dimana gangguan emosi itu merupakan penyebab tingkah laku dari kesulitan berbicara tertentu, telah diketemukan bahwa tidak disebabkan oleh kelainan dalam organ berbicara. Ketegangan emosional yang cukup lama mungkin menyebabkan seseorang gagap. Seseorang gagap seringkali relatif dapat normal dalam berbicara, apabila mereka dalam keadaan relaks atau senang.

Setiap takut, malu-malu atau agresif dapat merupakan akibat dari ketegangan emosi atau frustasi dan dapat muncul dengan hadirnya individu tertentu atau situasi-situasi tertentu.

Pengaruh antara  emosi dan tingkah laku dapat terjadi dimana rasa takut atau marah dapat menyebabkan seseorang gemetar. Dalam ketakutan, mulut menjadi kering, cepatnya jantung berdetak/berdenyut, derasnya aliran darah/tekanan darah, sistem pencernaan mungkin berubah selama pemunculan  emosi.


Peranan Guru dalam Mengembangkan Emosi Afeksi Anak Usia Dini

Dalam kaitannya dengan emosi yang cenderung banyak melamun dan sulit diterka, maka satu-satunya hal yang dapat dilakukan oleh guru adalah konsiten dalam pengelolaan kelas dan memperlakukan anak seperti orang dewasa yang penuh tanggung jawab. Guru-guru dapat membantu mereka yang bertingkah laku kasar  dengan jalan mencapai keberhasilan dalam pekerjaan atau tugas sekolah sehingga mereka menjadi anak yang lebih tenang dan lebih mudah ditangani.

Dalam mengembangkan emosi afeksi anak guru mempunyai peranan yaitu guru memberikan acuan motivasi kepada anak dengan bentuk cara apa saja yang dapat meringatkan emosional anak yang sedang terjadi, sehingga dengan adanya motivasi yang diberikan emosi itu dapat berkurang.