Cara Menafsirkan Hasil Penilaian dengan PAP dan PAN

Tujuan penilaian ditentukan oleh jenis tugas yang kita hadapi. Tujuan penilaian bagi konselor pendidikan akan berbeda dengan tujuan penilaian bagi panitia seleksi, dan akan berbeda pula dengan tujuan penilaian bagi guru yang mengajarkan mata pelajaran tertentu.

Seorang konselor pendidikan bertujuan untuk memperoleh keterangan yang selengkap – lengkapnya tentang karakteristik pebelajar agar dapat memberikanbimbingan yang sebaik – baiknya. Panitia seleksi bertujuan untuk mengetahui kemampuan, keterampilan, dan sikap yang ada pada calon – calon untuk dapat memilih calon yang tepat untuk jenis pendidikan atau jenis jabatan tertentu. Seorang guru mata pelajaran tertentu bertujuan untuk mengetahui, apakah bahan – bahan pelajaran yang disampaikannya kepada pebelajar sudah dikuasainya atau belum.

Cara Menafsirkan Hasil Penilaian dengan PAP dan PAN

Pada dasarnya penilaian dalam kegiatan pembelajaran bertujuan untuk:

  1. Pengambilan keputusan tentang hasil belajar
  2. Pemahaman tentang pebelajar
  3. Perbaikan dalam pengembangan program pembelajaran.

Cara Menafsirkan Hasil Penilaian

Untuk menafsirkan hasil penilaian, dapat ditempuh dua pendekatan yaitu:

Penilaian Acuan Patokan ( PAP )

Pendekatan ini lebih menitikberatkan pada apa yang telah dilakukan oleh pebelajar atau dengan kata lain, kemampuan – kemampuan apa yang telah dicapainya sesudah menyelesaikan satu bagian kecil dari suatu keseluruhan program. Kriteria ( patokan ) yang dimaksud adalah suatu tingkat pengalaman belajar yang diharapkan tercapai sesudah selesai proses belajar atau sejumlah tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan lebih dahulu sebelum proses belajar berlangsung. Tujuan PAP adalah untuk mengukur secara eksak tujuan – tujuan yang telah ditetapkan sebagai kriteria keberhasilan.

Untuk menentukan batas lulus dengan pendekatan PAP, maka setiap skor pebelajar dibandingkan dengan skor ideal maksimum yang mungkin dicapai oleh pebelajar. Misalnya dalam suatu tes, ditetapkan skor idealnya adalah 100, maka pebelajar yang memperoleh skor 85 sama dengan nilai 8,5 dalam skala T – 10, demikian seterusnya.

Cara lain adalah dengan menggunakan rata – rata dan simpangan baku ideal. Rumus yang digunakan ialah:

      PG = X id + 0,25 S did

      Keterangan:

      PG       = Passing Grade ( batas lulus )

      X id     = Rata – rata ideal yang diperoleh dari ½  x skor ideal

      S did    = Standar deviasi ideal, yang diperoleh dari 1/3 x rata – rata ideal

Contoh:

Ditetapkan skor ideal suatu tes prestasi belajar sebesar 120

X id = ½ x 120 = 60 dan S did = 1/3 x 60 = 20

Jadi batas lulusnya = 60 = 0,25 x 20 = 65

Penilaian Acuan Norma (PAN )

Dalam pendekatan acuan norma, makna angka (skor) seorang pebelajar ditemukan dengan cara membandingkan hasil belajarnya dengan hasil belajar pebelajar lainnya dalam satu kelas. Pebelajar dikelompokkan berdasarkan jenjang hasil belajar, sehingga dapat diketahui kedudukan relatif seorang pebelajar dibandingkan dengan teman sekelasnya.

Tujuan pendekatan PAN ialah untuk membedakan pebelajar atas kelompok – kelompok tingkat kemampuan, dari yang terendah sampai yang tinggi. Secara ideal penyebaran tingkat kemampuan pebelajar dalam satu kelompok menggambarkan suatu kurva normal.

Soal tes dalam pendekatan PAN dikembangkan dari bagian bahan yang dianggap oleh guru penting sebagai sampel dari bahan yang telah disampaikan. Guru berwenang untuk menentukan bagaimana yang dianggap lebih penting, dan ia harus dapat membatasi jumlah soal yang diperlukan mengingat bahwa tidak semua materi yang telah dipelajari pebelajar dapat dimunculkan soal – soalnya secara lengkap.

Penilaian Acuan Norma biasanya digunakan pada saat suatu pembelajaran telah selesai, untuk menentukan tingkat hasil belajar pebelajar. Penetapan batas lulus dapat ditempuh dengan rumus sebagai berikut:

      PG X akt + 0,25 X SDakt

      Keterangan:

      PG       = Passing Grade ( batas lulus )

      X akt    = Rata – rata kelompok aktual

      SD akt  = Simpangan baku kelompok aktual

Baca juga tentang Pengertian Tes Menurut Para Ahli dan Bentuk-bentuk tes hasil belajar